Tampilkan postingan dengan label gagas media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagas media. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

My Agustus Book Wishlist

Halo semuanya! Sudah lama gak ngeblog begitu lihat lagi ternyata blog ini lumayan juga view-nya. Sampai ngalahin blog pribadiku sendiri. Hehe. So, aku putuskan aku akan lanjut ngeblog lagi mulai sekarang! Mudah-mudahan mulai bisa ngepos seminggu sekali ya untuk kedua blog-ku. 

Nah, sekarang aku mau bagi-bagi wishlist buku aku di bulan Agustus yang baru dimulai besok. 

1. 101 Travel Tips & Stories by Claudia Kaunang



Ini merupakan perpaduan Travel Guidebook dan Travelogue. Jadinya penasaran deh pengen tahu isinya kaya apa. Aku juga lagi pengen banget ngerancang travelling buat tahun depan jadi pas deh kalau beli buku ini.

2. Do by Handoko Hendryono



Tahu gak sih? Aku tuh kadang-kadang pengen banget lihat buku kaya gini di toko buku Indonesia dan ditulis sama orang Indonesia. Buku-buku kreatif kaya gini banyak banget aku temui di Toko Buku Impor jadi seneng banget dong tiba-tiba ada yang konsepnya keren kaya gini. Semoga isinya juga bagus dan keren yah, topiknya sih udah keren tentang personal branding. Eh, bener kan yah? :)

3. Kedai 1002 Mimpi by Vabyo



Pernah baca Kedai 1001 Mimpi? Nah, ini lanjutannya. Gak sabar banget buat baca lanjutan kisahnya Vabyo yang lucu, kocak, sekaligus miris. 

4. 7 Kebiasaan Orang yang Nyebelin Banget by Henry Manampiring


Sebagai fans-nya Om Piring, aku ngerasa wajib aja punya buku ini. Haha, cetek amat yah.

5. Career First by Maya Arvini


Yah, namanya juga sudah mulai menapaki dunia karier, jadi pengen tahu dong seluk beluknya gimana :)

Kalau diperhatiin wishlist bulan ini semuanya nonfiksi. Yah, ceritanya panjang kalau soal ketertarikan aku sama dunia fiksi yang akhirnya jadi lebih selektif. Mungkin nanti bakalan aku ceritain chapter hidupku yang satu itu. Yang jelas sekarang aku bersyukur punya banyak pengetahuan tentang dunia fiksi dan sudah mulai menulis fiksi. Salah satunya ada yang mau terbit! Nanti aku infokan lagi ya di postingan yang lain :)

Kalau kamu mau beli buku apa di bulan Agustus besok?


Have a lovely holiday ya people! :)

PS: yang kebeli baru Claudia Kaunang aja :( yang lainnya kekubur wishlist lain :(

Kamis, 23 Agustus 2012

Review: The Journeys 2

Setelah kemunculan The Journeys 1 yang berkisah tentang petualangan penulis mengunjungi berbagai tempat wisata yang kebanyakan berada di luar negeri, akhirnya The Journeys 2 yang khusus mengisahkan berbagai petualangan di dalam negeri muncul. Saya langsung tertarik beli buku ini karena merasa terhibur dengan kisah-kisah yang dituturkan dalam The Journeys 1. Saya berharap hal yang sama juga untuk buku The Journeys 2 ini, yaitu dapat menghibur hati saya yang sudah fix gak bisa pergi berlibur tahun ini karena baru bekerja. Dan ternyata saya tidak hanya sekadar terhibur, tetapi juga mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang Indonesia di buku ini.

cover The Journeys 2


Saya belajar banyak hal ketika membaca The Journeys 2, saya juga terkejut. Saya kira isinya hanya berupa pengalaman-pengalaman para penulis menjelajahi tempat-tempat wisata di Indonesia. Saya belajar banyak kisah tentang corak batik dari tulisan Ve Handojo. Saya baru tahu kalau setiap garis dan motif batik memiliki makna yang amat dalam. Saya juga merinding ketika membaca kisah yang ditulis Farid Gaban tentang Digul, penjara tak bertepi di pedalaman Papua. Farid Gaban berhasil membuat saya tercengang, saya belum pernah mendengar tentang Digul sebelumnya. Saya sama sekali tidak tahu apa yang pernah terjadi di sana. Farid Gaban memberikan saya pengetahuan yang luar biasa tentang Digul dan cerita masa lalu di sana. Selain dua cerita di atas, ada banyak kisah menarik tentang Pulau Sempu, Lombok, Bali, Salatiga, Maluku, dan Raja Ampat. Pssst, kamu pasti bakalan ketawa-ketawa ngakak deh baca cerita Richard Miles di Salatiga :p

Rate: 3,5 of 5 untuk cerita-cerita travelling-nya yang segar.

Keep reading people! ;)

Jumat, 06 Juli 2012

Memori by Windry Ramadhina

Memori yang ditulis Windry Ramadhina merupakan salah satu buku yang berhasil saya boyong saat Jakarta Book Fair 2012 berlangsung. Apa yang membuat saya membeli novel ini? Saya penasaran saja karena banyak orang yang bilang novel ini bagus di twitter. Jadi saya pun mengambil novel ini dan memilih untuk membacanya ketika senggang. Perlu dicatat saya masih punya banyak buku yang belum saya baca dan masih bersegel, jumlahnya mencapai 50 buku. Ini memang karena kebiasaan saya membeli buku dulu kemudian menumpuknya, ketika senggang barulah saya baca, bahkan rak buku pun sudah gak cukup untuk menampung koleksi buku baru ini. Jadi kalau ada yang berniat mengirimkan rak buku, saya akan berterima kasih sekali :p

image: from my instagram @chacil :)

Memori bertema keluarga dengan bumbu cinta yang memang sulit sekali untuk dihilangkan dalam novel Indonesia. Di Memori, Windry Ramadhina mengajak pembacanya menyelami kehidupan Mahoni, seorang arsitek, yang memilih tinggal di Virginia daripada tinggal bersama ibunya atau papanya di Jakarta. Dari awal, konflik Mahoni dan orang tuanya sudah sangat jelas terlihat dari caranya menghindar dari papanya yang berusaha menghubunginya. Namun, karena ada musibah yang menimpa papanya dan Grace (bisa disebut ibu tiri Mahoni), Mahoni terpaksa pulang ke Jakarta dan kemudian terjebak di Jakarta karena harus menjaga adik tirinya, Sigi. Saat itu pulalah Mahoni bertemu teman lamanya ketika kuliah, Simon, dan kemudian bekerja bersamanya.

Pada awalnya, saya tidak bisa menikmati tulisan Windry Ramadhina karena banyaknya detail tentang arsitektur dan deskripsi yang harus saya cerna. Dalam beberapa bagian awal saya pun merasa selalu tertinggal, sehingga misalnya ketika saya baca paragraf dua saya belum bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi dan kembali ke paragraf pertama. Tetapi lama-kelamaan saya tidak harus struggle lagi ketika membaca Memori, saya mulai larut dalam kisahnya. Saya sangat menyukai ide Windry Ramadhina yang mengangkat konflik keluarga dalam Memori. Ceritanya pun dibuat dengan sangat apik, karakter-karakter dalam novelnya berkembang dengan wajar. Pantaslah kalau novel ini banyak direkomendasikan orang-orang di twitter. Apakah kamu harus membacanya? Bagi yang menggemari novel, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca dan dinikmati :) 

Rate: 3,5 of 5 stars

Selasa, 21 Februari 2012

Quotes: Life Traveler by Windy Ariestanty

http://chacilchacil.tumblr.com/


ini sedikit quote dari buku Life Traveler yang ditulis sama Mbak Windy Ariestanty. Gue udah agak lama baca bukunya dan belum sempet bikin reviewnya dan ngumpulin lebih banyak quote. Rencananya gue mau baca ulang buku ini karena memang gue suka banget! Well, just wait for the review and more quotes guys :D

Review: Joker by Vabyo

I'm a book eater. Hehe. Setelah kemarin melahap Manusia Setengah Salmon, sekarang gue baru aja menuntaskan membaca Joker yang ditulis oleh Valiant Budi atau Vabyo. Gue sempet ngetweet pas gue selesai baca buku Raditya Dika Manusia Setengah Salmon dan mau beralih ke buku selanjutnya, Joker, dan mention @vabyo. Tanggapan Vabyo bikin gue malah makin penasaran ada apa memangnya? Ini nih tanggapan Vabyo lewat Twitter:



Kalau dibilangin kaya gini, gue malah jadi makin penasaran kan? Yaudah, gue langsung deh membaca Joker. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hari buat menyelesaikannya, karena gue agak perfeksionis soal jam tidur gue. Haha..jadi yang bikin lama adalah karena gue menjaga jam tidur gue, bukan karena novel Joker ini gak seru. Dari awal gue baca memang banyak misteri dari novel Joker yang pengen segera gue singkap *ceileh* alurnya yang maju kemudian mundur bikin penasaran dan kepo pengen tahu ada apaan sih memangnya? siapa pria yang diceritakan di awal cerita? 

sumber: gubukbuku.com


Novel Joker ini memang bukan novel baru dari Vabyo. Novel Joker pertama kali terbit di tahun 2007 dan diterbitkan ulang sekarang (awal Januari 2012). Gue pribadi lebih suka cover barunya, benar-benar menggambarkan isi novelnya dan terkesan lebih kelam.

Gue gak mau jadi spoiler dengan membocorkan ceritanya, yang jelas gue kagum banget sama cara nulis Vabyo yang gak biasa di novel Joker ini. Sebelumnya gue memang sudah menikmati tulisan Vabyo di The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi (yang bikin gue ngakak sampai nangis ;p), tapi memang deh novel Joker ini sensasinya berbeda. Selain karena memang ini novel fiksi (The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi non-fiksi) pertama dari Vabyo yang gue baca, novel Joker memang memiliki sesuatu yang berbeda. Dari cara penuturan ceritanya yang cenderung gak runut dan unik. Dari karakter tokoh-tokoh dalam ceritanya yang binal #eh. Hehehe. Dan tak lupa puisi-puisi yang terselip di ceritanya.

Setelah selesai baca Joker, tanggapan gue adalah:


Gue gak nyangka endingnya bakalan seperti itu dan berusaha mencerna kembali isi novel Joker, karena gue gak siap sama kejutannya. Gue gak nyangka kejutannya bakalan kaya gitu. Vabyo benar-benar berhasil membuat gue langsung mandi karena stress kepikiran novel Joker ini. Hahaha.

Well, buat yang pengen baca novel yang gak biasa, coba baca Joker deh. It's out of the box! ;)

ada kecup dan tanda tangan Vabyo karena gue pre-order :p

Review: Manusia Setengah Salmon

Aha! Akhirnya gue selesai juga baca buku terbarunya Raditya Dika: Manusia Setengah Salmon. Gue memang ngikutin bukunya Raditya Dika mulai dari bukunya yang pertama, Kambing Jantan. Jadi ya gue lumayan taulah perkembangan tulisannya Radit *sok kenal *sotoy. hehe.


sumber: radityadika.com


Setelah gue baca Manusia Setengah Salmon secara seksama *ceilah* ternyata Raditya Dika nulisnya tambah bagus yah. Udah bukan lagi menemukan hal lucu di setiap kejadian, tapi juga memberikan meaning buat semua kejadian yang dia alami. Tulisannya Raditya Dika di Manusia Setengah Salmon tambah dewasa dan gue ngerasain banget perbedaannya sama buku sebelumnya. Beberapa chapter juga dihasilkan dengan kreativitas yang tinggi, kaya bagian emotikon, interview with the hantus, jomblonology, dan beberapa rangkuman tweetsnya Radit. Gue pernah sih kepikiran kalau emotikon-emotikon lucu itu bisa dijadiin percakapan, tapi gue mikirnya "ah, ntar garing lagi". Haha, Radit bisa aja lho ngolah emotikonnya jadi lumayan lucu. Gue gak ketawa sama sekali sih, cuma gue salut aja :p


cerita yang paling lucu menurut gue adalah bakar saja keteknya. cerita itu sukses bikin gue ngakak-ngakak tengah malem. Terus gue juga suka cara Radit mendeskripsikan sesuatu, pas baca jadi kebayang dan jadinya lucu banget. 


Tapi ternyata menurut temen-temen adek gue yang masih SMA sih Manusia Setengah Salmon kurang lucu. Menurut gue mungkin mereka gak terbiasa sama tulisan Radit yang sekarang, yang lebih dewasa. 


O,iya desain buku dan pembatas bukunya gue suka banget. Lucu dan berkonsep ;)


Ajie, pacar gue, ikutan baca buku Manusia Setengah Salmon sampai ngikik2 :p

Review: Infinitely Yours

Wah, rasanya lama banget gak ngeblog di Blogspot. Sekarang gue lebih getol di tumblr. Silahkan cek juga tumblr gue, di sini dan posterous gue di sini *walaupun belum jelas isinya apaan, rencananya sih artikel-artikel dari gue :">


Sebenernya gue lagi hectic banget karena ada seabreg tugas UAS dan sidang sudah di depan mata. Siap gak siap harus dihadapi. Kelulusan juga sudah di depan mata. Amiin *doakan gue lulus yaa ;)


Tapi di tengah keribetan mempersiapkan tugas UAS dan sidang, gue menyempatkan diri ngeblog dulu. Mumet ya kan kalau lihat tugas-tugas mulu. Padahal tugas gue sering dikategorikan asyik oleh temen-temen gue. Tugas-tugas gue tuh semacam bikin desain majalah, bikin program radio, dan bikin liputan TV, kurang asyik apa coba? Cuma ya namanya manusia ya, kok susah bersyukur sih, udah dikasih tugas asyik juga. Dikasih tugas ya tetep aja cemberut, muka ditekuk. Belum lagi deadline nya deket banget dan cuma dikasih waktu dua minggu untuk mengerjakan semuanya. Puyeng gara-gara pindah-pindah media aja sih. Kalau waktunya cukup banget :) *gak boleh ingkar dan ngomong waktunya gak cukup dong ya? :p


Karena buktinya, gue sempet baca novel. Hahaha. Makanya bohong banget kalau bilang waktunya gak cukup, cuma memang mesti diem seharian di depan laptop. Konsentrasi dan menyiapkan mood :">


Gue baca novel Infinitely Yours by Orizuka buat selingan dan ngilangin mumet. Pertama beli di toko buku karena covernya sangat menarik. Bohong deh kalau ada yang bilang "don't judge a book by it's cover" because I DO JUDGE ;p


bagus ya? :)
Covernya bagus banget dan sangat menarik, ternyata isinya juga bagus. Orizuka sukses membuat gue terkaget-kaget dengan plot yang sangat mengalir dan gak habis-habis. Kayanya memang plotnya sudah tersusun dengan baik deh. Adegan-adegannya terasa real, gak ngawang-ngawang. Walaupun setting-nya di Korea yang punya serial drama super unyu dan terkadang mirip dongeng :p


Karakter-karakter yang ada di novel ini juga kuat banget. Bikin gue jadi kebayang sama kelakuan tokoh-tokohnya di kepala gue saat membaca, tabiatnya kaya gimana, dll. Novel ini memang ber-setting di Korea, Orizuka juga ternyata seorang penggemar Korea, tapi yang bikin gue salut adalah dia bisa menyelipkan pesan-pesan nasionalisme di sini. Bikin seneng aja, dan gue harap para penggila Korea di luar sana juga bisa menyadari hal ini. Suka Korea boleh dan sah-sah saja, tapi jangan sampai lupa cintai negara sendiri. Negeri kita gak akan maju kalau masyarakatnya terlebih anak mudanya apatis. Justru kitalah yang mesti bikin maju Indonesia ;)


Buat para penggemar Korea, wajib banget beli dan baca buku ini. Soalnya gue aja belajar banyak banget budaya Korea dan kosakata Korea (walaupun lidah ini gak tahu mengucapnya gimana hehehe). Ceritanya juga unyu lho, bikin mesem-mesem gimana gitu :">


Ini novel ketigabelasnya Orizuka, gue baru pertama kali baca novelnya dan gue suka kata-kata yang dia pakai buat menggambarkan suasana hati tokoh-tokohnya dan ceritanya yang real. Salam kenal, Orizuka :">

Review: Travelers' Tale


Benar-benar sesuai dengan judulnya, di buku ini kita diajak untuk ber-travelling melihat dunia. Memang sih ini buku lama, dari sejak gue SMA udah ada buku ini. Cuma baru sempet beli dan baca akhir-akhir ini aja. Di buku ini gue diajak menyelami persahabatan 4 orang yang sebenarnya memendam rasa untuk satu sama lain, Farah, Ucup, Retno, dan Francis. Perjalanan mereka dimulai ketika salah seorang dari mereka, Francis, mengirimkan e-mail undangan pernikahannya dengan seorang gadis spanyol di Barcelona. Farah yang memendam rasa untuk Francis pun bergegas menuju Barcelona. Ucup yang memendam rasa untuk Farah pun rela pergi menyusul Farah ke Barcelona. Sedangkan, Retno yang ditaksir Francis dan sebenarnya punya rasa yang sama namun terhalang oleh satu perbedaan, memutuskan untuk pergi ke Barcelona. 

cover barunya :)

bagusan mana sama cover lamanya?

Perjalanan mereka dari berbagai tempat di penjuru dunia menuju Barcelona. Berbagai petualangan dan perjalanan yang harus mereka hadapi menjadi cerita yang menarik untuk diikuti. Ceritanya benar-benar gak ketebak dan mengalir banget. Personally, gue lebih suka sama karakter ucup di sini. Orangnya kocak dan gak kaku, bikin hidup suasana. Hehe. Buku ini juga menginspirasi gue yang sedang dalam tahap pengerjaan outline tugas karya akhir yang juga bertema wisata. Wajib di baca deh untuk yang suka ber-travelling ria apalagi yang suka backpacking, karena banyak banget tempat-tempat yang gak pernah gue denger namanya muncul di buku ini. Happy Reading! :)

PS: ini ada beberapa gambar kota Barcelona hasil googling, jadi pengen ngikut ke sana ya ;)



Review: Remember When by Winna Efendi



Satu buku lagi yang selesai di liburan kali ini sambil nungguin panggilan magang. Novel berjudul Remember When karya Winna Efendi ini bercerita tentang persahabatan antara dua pasang kekasih. Gia dan Adrian, serta Freya dan Moses. Sebelumnya persahabatan dan hubungan mereka semua baik-baik saja, sampai Freya menyimpan rasa ketertarikan dengan Adrian, begitu pun sebaliknya. Lalu, bagaimana dengan Gia dan Moses? Baca saja bukunya. Hehe. Aku gak mau jadi spoiler di sini :p

Yang jelas menurutku, penggambaran konflik dan karakternya cukup dalam. Lewat sudut pandang multi karakter yang dihadirkan Winna Efendi, aku juga jadi bisa merasakan perasaan semua karakter di sini secara detail dan dalam. Belum lagi kehadiran tokoh dari luar mereka yang berkonflik, yaitu Erik, sahabatnya Freya. Jadi aku bisa melihat juga dari sudut pandang luar dari mereka yang berkonflik.

Setelah aku membaca novel ini aku jadi semakin sadar kalau yang namanya perasaan hati manusia dan cinta adalah hal yang rumit, sulit dimengerti tapi memang begitulah kenyataannya. Terkadang kita gak pernah tahu kenapa kita bisa sayang sama seseorang. Terkadang cinta terjadi begitu saja tanpa pernah kita mengerti. Ya itulah cinta, sang misteri hati ;)

kalau mau tahu lebih lanjut tentang Winna Efendi sang penulis, bisa langsung berkunjung ke blognya..

Heaven on Earth


Setelah melewati padatnya semester 6, akhirnya gue bisa merasakan liburan juga. Liburan kali ini, gue berniat untuk magang di radio. Doakan yaa, baru mau nge-apply nih. Hehe. Di liburan kali ini, selain rencana magang dan les, gue mau ngabisin buku-buku yang belom gue baca. Selama ini, tiap bulan gue rutin belanja buku, karena, well, I love books. I don’t know why J cuma karena gak sempet dibaca selama semester 6 yang sangat luar biasa menyita waktu, energi, dan kewarasan (iya, kewarasan sodara2!), gue gak punya cukup waktu buat membaca semua buku.

Well, akhirnya kemaren gue langsung melahap buku pertama, sebuah novel karya anak bangsa, judulnya Heaven on Earth yang ditulis oleh Kaka HY. Sebenernya, buku ini ada di tangan gue secara random saat gue di toko buku di malam hari. Gue saat itu hanya berniat membeli filosofi kopi karya Dee Lestari yang udah kesohor dan kata temen-temen gue bagus banget bukunya. Sayangnya, malam itu stok buku Dee Lestari sudah habis di Depok. Di mesin pencari, abang-abangnya bilang kalau buku jadul ini masih ada 5 stok di ITC Cibinong (dan sampai sekarang gue belom kesana..hahaha..semoga aja masih ada). Akhirnya, gue tetep keliling-keliling liat buku dan majalah, kan gak ada ruginya liat-liat, siapa tahu ada yang bagus. Karena waktu itu pikiran lagi mumet, gue jadi pengen beli buku baru, apa aja deh kalau filosofi kopi stoknya kosong.

Tiba-tiba, ada suara pengumuman kalau toko bukunya mau tutup dari pengeras suara, ya, wajar sih kan udah jam 9 juga (but sometimes I wish there is 24 hours book store. Hehe. Kalau galau, sedih, dan mumet tempat pelarian gue cuma toko buku sih, paling tokcer dan manjur :p). Gue yang ‘kekeuh’ mau punya buku baru malam itu belingsatan bersama si pacar yang menemani. Nyari novel Indonesia, apa aja deh, akhirnya gue nemuin dua novel yang cover dan penampilannya menarik, nah salah satunya novel heaven on earth ini :)

manis kan covernya? :)

Penampilannya manis banget deh, tekstur covernya juga unik mirip sama cover pillow talk nya Christian Simamora. Novelnya lumayan bagus, tapi gue agak kecewa sih karena udah liat sinopsis di sampul belakangnya, ternyata ekspektasi gue gak sampai. Abis gue udah bayangin bukunya ceritanya akan seperti apa, pas dibaca ternyata jauh dari bayangan gue. Konfliknya sih kuat, cuma karena ada dua karakter dengan masing-masing konflik, kok gue merasa bukunya agak flat dengan konflik yang udah kuat yaa? (sotoy nih, maaf, padahal nulis novel aja belom :p). Tokoh utamanya adalah sepasang sahabat dengan masalah keluarganya, Carla dan Lorent. Carla yang kehilangan ayahnya harus menghadapi kenyataan kalau hidupnya berubah ketika harus mengasuh adiknya sendiri, ibunya sibuk membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan materi keluarga. Lorent dengan keluarganya yang broken home. Yang bikin jadi terkesan flat adalah gak ada pendalaman konflik dan gak ada hal dramatis yang bikin pembaca jadi terenyuh. Ceritanya pun jadi gak klimaks.

Tapi gue tetep mengapresiasi buku ini kok. Well done, Kaka HY :)