Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Toko Buku Online

Halo semuanya!

Gimana lagi pada baca buku apa aja bulan ini? Gue payah banget nih bulan Januari udah mau lewat baru mau nyelesein 3 buku :(
Iya yang satu setengah lagi udah lanjut buku lain. Hehe. Gue agak-agak gak kuat baca buku emak J.K. Rowling yang terbaru, The Casual Vacancy. It's just too dark for me! Eh, tapi gue masih bertekad kok untuk menyelesaikannya.

Anyway, di post ini gue mau bahas tentang toko buku online. Kenapa? karena banyak banget temen gue yang nanyain dimana sih beli buku online yang aman dan terpercaya? bla bla bla. Gue doyan banget beli buku online karena well.... diskonnya. Hehe. Tapi beneran deh bakalan lebih hemat asal jangan beli 1 atau 2 buku, mending 3 buku ke atas aja sekalian.

Oke, ini beberapa toko buku online langganan gue:

Kutukutubuku.com
Gue paling sering sih beli buku di sini, koleksinya lumayan lengkap dan melayani pembelian buku dari amazon.com juga lho. Jadi kalau ada yang mau beli buku import di amazon.com bisa juga beli lewat kutukutubuku.com. Cakep kan? 
Kadang-kadang gue juga dapet kejutan, yaitu bukunya ditandatanganin langsung sama penulisnya. Cek aja ya langsung ke websitenya, klik di sini!

Bukukita.com
Gue juga pernah nyoba beli di bukukita.com. Lumayan cepet juga responsnya walaupun gue pernah ngalamin udah pesen dan udah ada respons dari CS nya tiba-tiba besoknya baru dikasih tahu bukunya gak ada satu. Yah tapi ini normal sih (kok normal cil? Simak tips gue ya di bawah kenapa ini normal itungannya). Klik di sini untuk menuju websitenya!

Bukabuku.com
lumayan banyak promo juga di sini. CSnya aktif banget pula di twitter, tweet aja ke @bukabukucs pasti tweetnya langsung di-reply :)

Bookdepository.com
Nah kalau yang satu ini gue memang belum pernah pesen langsung. Tapi banyak orang yang udah coba dan ternyata memuaskan. Gue belum punya kartu kredit sih jadi belum bisa beli di sini. Buat yang mau beli buku-buku import, toko buku online satu ini recommended banget, lengkap dan bikin ngiler deh buku-bukunya. Sebelum buka websitenya siapkan iman deh. Apalagi ditambah ongkir ke Indonesia nya itu gretong alias gratis. IYA GRATIS ONGKIR! Bayangin deh! Eh, udah gak usah kelamaan dibayangin, kalau udah ada CC langsung sikat aja ke websitenya!


TIPS!
(sebelum membeli buku online TIPS INI WAJIB DIBACA!!)


  1. Kalau beli buku online mesti sabar. IYA SABAR AJA, kalau mau cepet mendingan ke toko buku yang biasanya aja deh beneran. Soalnya sistemnya mereka bukan ready stok. Ketika kita pesan, buku biasanya harus dipesan dulu ke gudang penerbit. Apalagi kalau hitungannya itu buku udah lama. Kalau masih baru ya lumayanlah, nah kalau pre order ya tunggu sampe terbit dan kemudian dikirimin deh sama mereka (biasanya diskon lebih gede dan ada bonus merchandisenya lho). Proses pemesanan ke gudang penerbit ini biasanya memakan waktu 3-5 hari. Yah seminggu deh, sabar aja ya :)
  2. Ada kemungkinan buku yang kita pesan udah gak ada stocknya, siapkan diri. Nah, dalam proses pemesanan ke gudang penerbit memang ada kemungkinan buku kita gak ada atau udah gak tersedia. Belum cetak ulang atau alasan lainnya. Makanya kalau memang udah ngebet banget sih mending ke toko buku biasa aja. Dan hal ini biasa terjadi kok, it's normal. Cuma memang kadang-kadang malesin karena biasanya kita udah disuruh transfer eh ternyata gak ada bukunya :( Tapi tenang aja kok karena uang kita akan dikembalikan.
  3. Cek alamat rumah atau kantor yang menjadi tujuan si buku. Gak mau kan nyesel di belakang? Terus pastikan juga menulis no hp yang aktif ya, karena biasanya si jasa pengiriman akan bertanya kok kalau mereka gak menemukan alamat kita.
  4. Simpan bukti pembayaran. Nah, ini buat jaga-jaga aja sih, bukti kalau kita sudah mengirimkan pembayaran buku terus jangan lupa juga konfirmasi kalau emang disuruh konfirmasi ya, biar bukunya bisa diurusin cepet juga.
Nah, segitu dulu deh ngomongin toko buku online-nya. Ada yang mau nambahin gak tipsnya? atau punya toko buku online andalan lainnya? Silakan share yuk di sini biar yang pengen beli buku online gak kebingungan lagi ;)


UPDATE:
Kemarin ada yang email gue dan menanyakan tentang Kutukutubuku.com tapi karena gue juga sudah lama gak order di situ jadi gue gak tahu apakah masih bagus atau gak. So, silakan mencari tahu lebih lanjut ya sebelum membeli sesuatu secara online. Be a smart shopper! :)







Kamis, 23 Agustus 2012

Review: Dimsum Terakhir by Clara Ng

Saya selalu terkesan dengan karya Clara Ng. Bagi saya, Mbak Clara menulis dengan hati dan tema novelnya yang selalu membuat saya speechless. Dari satu novel ke novel lainnya, temanya bisa sangat jauh berbeda. Tetapi tetap ada yang ingin Mbak Clara sampaikan dalam novel itu. Dimsum Terakhir adalah novel kedua Mbak Clara yang saya baca (selanjutnya saya ingin membaca the (un)reality show! :)), novel pertama Mbak Clara yang saya baca adalah Tea For Two. Sayangnya saya belum sempat membuat review-nya. Saya memang merasa terlambat membaca karya-karyanya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? ;)


cover lama dan cover baru Dimsum Terakhir

Saya membaca Dimsum Terakhir ketika novel ini sudah diterbitkan dengan covernya yang baru. Novel ini bercerita tentang empat gadis kembar--Siska, Indah, Rosi, dan Novera--yang kembali bersatu ketika ayahnya jatuh sakit. Keempat gadis kembar ini ternyata memiliki problema hidup masing-masing yang cukup rumit. Siska dengan bisnisnya di Singapura dan tuntutannya sebagai pimpinan bisnis, belum lagi ketika ia mendapatkan tuntutan dari rekan bisnisnya. Indah dengan pekerjaannya sebagai jurnalis dan cintanya kepada seorang pastor. Rosi yang merasa dia bukanlah seorang perempuan dan hubungannya dengan seorang perempuan. Serta, Novera yang terobsesi menjadi biarawati setelah bagian terpenting dalam tubuhnya sebagai perempuan diangkat. Kesemua permasalahan ini juga dibalut dengan isu etnis tionghoa yang kental. Perlakuan-perlakuan tak enak yang mereka dapatkan karena perbedaan mereka dengan yang lainnya di sekolah. Penjarahan yang mereka alami di tahun 1998. Semuanya terangkum dengan apik dalam Dimsum Terakhir. 

"Dalam kegelapan, kita akan selalu percaya pada orang yang menyelamatkan kita. Jangan terlalu percaya pada apa yang kita lihat, Sayang. Percayalah pada apa yang kamu rasakan." 
"The truth is what you choose to believe." 
 "Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya tahan dan kekuatan luar biasa. Tapi kesepian adalah virus yang sungguh mematikan."
"Cinta itu segalanya. Selama ada cinta, kita tidak perlu takut pada kematian. Kematian tidak akan dapat menghancurkan cinta. Semua cinta yang ada tetap eksis. Kita hidup selamanya dalam jiwa setiap orang yang pernah kita sentuh dengan cinta."

Rate: 4 of 5

I'm officially fans of Mbak Clara Ng now!! :) 

Jumat, 06 Juli 2012

Memori by Windry Ramadhina

Memori yang ditulis Windry Ramadhina merupakan salah satu buku yang berhasil saya boyong saat Jakarta Book Fair 2012 berlangsung. Apa yang membuat saya membeli novel ini? Saya penasaran saja karena banyak orang yang bilang novel ini bagus di twitter. Jadi saya pun mengambil novel ini dan memilih untuk membacanya ketika senggang. Perlu dicatat saya masih punya banyak buku yang belum saya baca dan masih bersegel, jumlahnya mencapai 50 buku. Ini memang karena kebiasaan saya membeli buku dulu kemudian menumpuknya, ketika senggang barulah saya baca, bahkan rak buku pun sudah gak cukup untuk menampung koleksi buku baru ini. Jadi kalau ada yang berniat mengirimkan rak buku, saya akan berterima kasih sekali :p

image: from my instagram @chacil :)

Memori bertema keluarga dengan bumbu cinta yang memang sulit sekali untuk dihilangkan dalam novel Indonesia. Di Memori, Windry Ramadhina mengajak pembacanya menyelami kehidupan Mahoni, seorang arsitek, yang memilih tinggal di Virginia daripada tinggal bersama ibunya atau papanya di Jakarta. Dari awal, konflik Mahoni dan orang tuanya sudah sangat jelas terlihat dari caranya menghindar dari papanya yang berusaha menghubunginya. Namun, karena ada musibah yang menimpa papanya dan Grace (bisa disebut ibu tiri Mahoni), Mahoni terpaksa pulang ke Jakarta dan kemudian terjebak di Jakarta karena harus menjaga adik tirinya, Sigi. Saat itu pulalah Mahoni bertemu teman lamanya ketika kuliah, Simon, dan kemudian bekerja bersamanya.

Pada awalnya, saya tidak bisa menikmati tulisan Windry Ramadhina karena banyaknya detail tentang arsitektur dan deskripsi yang harus saya cerna. Dalam beberapa bagian awal saya pun merasa selalu tertinggal, sehingga misalnya ketika saya baca paragraf dua saya belum bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi dan kembali ke paragraf pertama. Tetapi lama-kelamaan saya tidak harus struggle lagi ketika membaca Memori, saya mulai larut dalam kisahnya. Saya sangat menyukai ide Windry Ramadhina yang mengangkat konflik keluarga dalam Memori. Ceritanya pun dibuat dengan sangat apik, karakter-karakter dalam novelnya berkembang dengan wajar. Pantaslah kalau novel ini banyak direkomendasikan orang-orang di twitter. Apakah kamu harus membacanya? Bagi yang menggemari novel, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca dan dinikmati :) 

Rate: 3,5 of 5 stars

Minggu, 17 Juni 2012

Review: TraveLove

TraveLove merupakan buku non-fiksi yang ditulis keroyokan oleh para travel writer. TraveLove berisi cerita para traveler dan cintanya, sesuai dengan nama bukunya yang merupakan gabungan kata travel dan love. Beberapa nama yang telah akrab terdengar di telinga saya seperti Trinity dan Claudia Kaunang ikut menulis di buku ini. Selain mereka berdua, ada pula Andrei Budiman, Ariyanto, Lalu Abdul Fatah, Rei Nina, Rini Raharjanti, Salman Faridi, dan Sari Musdar.


Sinopsis: (berdasarkan sinopsis yang ada di bagian belakang buku)
Ternyata, traveler tangguh pun tunduk pada cinta. Trinity misalnya, terpaksa menemani orang yang dicintainya ke Bromo, padahal malas setengah mati. Claudia Kaunang, Andrei Budiman, Rini Raharjanti, Sari Musdar, dkk. pun pernah tunduk pada cinta, dengan kisah berbeda-beda.

TraveLove adalah kisah-kisah traveling berbalut cinta, ditulis oleh para traveler dengan segala kejujurannya. Buku ini akan membuat pembaca bisa menemukan sisi lain para traveler. Jadi, jangan kaget kalau ternyata mereka punya sisi melankolis.


Tak hanya disuguhi kisah sedih, romantis, dan mengharukan, pembaca juga akan diajak jalan-jalan keliling dunia lewat buku ini. Menikmati indahnya Lombok, Laos, Jepang, hingga Eropa dengan bumbu kisah cinta tak biasa.



Review:
Sesuai dengan tulisan di belakang buku TraveLove, saya diajak untuk melihat sisi lain dari seorang traveler yang selama ini kita kenal dari bukunya atau akun twitternya. Cinta memang bisa menggerakan semuanya dan memberikan kekuatan penggerak tambahan, entah itu untuk para traveler yang berpergian karena ingin melupakan seseorang, karena ingin menemani orang tercinta berlibur (meskipun gak suka dengan tujuan berliburnya), atau yang menemukan cintanya ketika berpergian. Kisah-kisah ini dapat kita temukan dalam buku TraveLove.


Buku TraveLove ini memang berfokus pada kisah cinta yang mengiringi suatu perjalanan, jadi jangan harap ada cerita tentang tempat-tempat yang mereka datangi saat traveling dengan detail.


Saya pun begitu menikmati kisah-kisah cinta dalam buku ini. Setiap traveler memiliki kisahnya dan gaya penuturannya masing-masing, kesemuanya menarik untuk diikuti. Kisah favorit saya adalah Perjalanan ke Surga yang ditulis oleh Trinity. Trinity berhasil membuat saya larut dalam kisahnya, saya sampai menitikkan air mata ketika membacanya.


Keunggulan TraveLove menurut saya ada pada diksi atau pilihan kata yang digunakan oleh penulis. Saya banyak menemukan kata baru yang ekspresif dalam TraveLove, saya pun makin terbawa oleh suasana yang digambarkan penulis dan asyik mengikuti kisah-kisah dalam buku. Selain itu, saya jadi menyadari ternyata walaupun kisah yang diceritakan adalah kisah non-fiksi atau kisah nyata yang benar-benar terjadi tetapi alur cerita tetap memegang peranan penting. Misalnya saja ada beberapa kisah yang alurnya kurang enak untuk disimak, gak mengantarkan pembaca untuk mencapai klimaks dalam cerita. Dan ada juga kisah yang alurnya sangat asyik untuk diikuti dan dapat mengantarkan pembaca untuk mencapai klimaks cerita.


Overall, buku TraveLove ini sangat menarik untuk dibaca. Saya kasih rate 3 of 5 stars deh :p

Selasa, 21 Februari 2012

Review: Joker by Vabyo

I'm a book eater. Hehe. Setelah kemarin melahap Manusia Setengah Salmon, sekarang gue baru aja menuntaskan membaca Joker yang ditulis oleh Valiant Budi atau Vabyo. Gue sempet ngetweet pas gue selesai baca buku Raditya Dika Manusia Setengah Salmon dan mau beralih ke buku selanjutnya, Joker, dan mention @vabyo. Tanggapan Vabyo bikin gue malah makin penasaran ada apa memangnya? Ini nih tanggapan Vabyo lewat Twitter:



Kalau dibilangin kaya gini, gue malah jadi makin penasaran kan? Yaudah, gue langsung deh membaca Joker. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hari buat menyelesaikannya, karena gue agak perfeksionis soal jam tidur gue. Haha..jadi yang bikin lama adalah karena gue menjaga jam tidur gue, bukan karena novel Joker ini gak seru. Dari awal gue baca memang banyak misteri dari novel Joker yang pengen segera gue singkap *ceileh* alurnya yang maju kemudian mundur bikin penasaran dan kepo pengen tahu ada apaan sih memangnya? siapa pria yang diceritakan di awal cerita? 

sumber: gubukbuku.com


Novel Joker ini memang bukan novel baru dari Vabyo. Novel Joker pertama kali terbit di tahun 2007 dan diterbitkan ulang sekarang (awal Januari 2012). Gue pribadi lebih suka cover barunya, benar-benar menggambarkan isi novelnya dan terkesan lebih kelam.

Gue gak mau jadi spoiler dengan membocorkan ceritanya, yang jelas gue kagum banget sama cara nulis Vabyo yang gak biasa di novel Joker ini. Sebelumnya gue memang sudah menikmati tulisan Vabyo di The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi (yang bikin gue ngakak sampai nangis ;p), tapi memang deh novel Joker ini sensasinya berbeda. Selain karena memang ini novel fiksi (The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi non-fiksi) pertama dari Vabyo yang gue baca, novel Joker memang memiliki sesuatu yang berbeda. Dari cara penuturan ceritanya yang cenderung gak runut dan unik. Dari karakter tokoh-tokoh dalam ceritanya yang binal #eh. Hehehe. Dan tak lupa puisi-puisi yang terselip di ceritanya.

Setelah selesai baca Joker, tanggapan gue adalah:


Gue gak nyangka endingnya bakalan seperti itu dan berusaha mencerna kembali isi novel Joker, karena gue gak siap sama kejutannya. Gue gak nyangka kejutannya bakalan kaya gitu. Vabyo benar-benar berhasil membuat gue langsung mandi karena stress kepikiran novel Joker ini. Hahaha.

Well, buat yang pengen baca novel yang gak biasa, coba baca Joker deh. It's out of the box! ;)

ada kecup dan tanda tangan Vabyo karena gue pre-order :p

Review: Manusia Setengah Salmon

Aha! Akhirnya gue selesai juga baca buku terbarunya Raditya Dika: Manusia Setengah Salmon. Gue memang ngikutin bukunya Raditya Dika mulai dari bukunya yang pertama, Kambing Jantan. Jadi ya gue lumayan taulah perkembangan tulisannya Radit *sok kenal *sotoy. hehe.


sumber: radityadika.com


Setelah gue baca Manusia Setengah Salmon secara seksama *ceilah* ternyata Raditya Dika nulisnya tambah bagus yah. Udah bukan lagi menemukan hal lucu di setiap kejadian, tapi juga memberikan meaning buat semua kejadian yang dia alami. Tulisannya Raditya Dika di Manusia Setengah Salmon tambah dewasa dan gue ngerasain banget perbedaannya sama buku sebelumnya. Beberapa chapter juga dihasilkan dengan kreativitas yang tinggi, kaya bagian emotikon, interview with the hantus, jomblonology, dan beberapa rangkuman tweetsnya Radit. Gue pernah sih kepikiran kalau emotikon-emotikon lucu itu bisa dijadiin percakapan, tapi gue mikirnya "ah, ntar garing lagi". Haha, Radit bisa aja lho ngolah emotikonnya jadi lumayan lucu. Gue gak ketawa sama sekali sih, cuma gue salut aja :p


cerita yang paling lucu menurut gue adalah bakar saja keteknya. cerita itu sukses bikin gue ngakak-ngakak tengah malem. Terus gue juga suka cara Radit mendeskripsikan sesuatu, pas baca jadi kebayang dan jadinya lucu banget. 


Tapi ternyata menurut temen-temen adek gue yang masih SMA sih Manusia Setengah Salmon kurang lucu. Menurut gue mungkin mereka gak terbiasa sama tulisan Radit yang sekarang, yang lebih dewasa. 


O,iya desain buku dan pembatas bukunya gue suka banget. Lucu dan berkonsep ;)


Ajie, pacar gue, ikutan baca buku Manusia Setengah Salmon sampai ngikik2 :p

Review: Infinitely Yours

Wah, rasanya lama banget gak ngeblog di Blogspot. Sekarang gue lebih getol di tumblr. Silahkan cek juga tumblr gue, di sini dan posterous gue di sini *walaupun belum jelas isinya apaan, rencananya sih artikel-artikel dari gue :">


Sebenernya gue lagi hectic banget karena ada seabreg tugas UAS dan sidang sudah di depan mata. Siap gak siap harus dihadapi. Kelulusan juga sudah di depan mata. Amiin *doakan gue lulus yaa ;)


Tapi di tengah keribetan mempersiapkan tugas UAS dan sidang, gue menyempatkan diri ngeblog dulu. Mumet ya kan kalau lihat tugas-tugas mulu. Padahal tugas gue sering dikategorikan asyik oleh temen-temen gue. Tugas-tugas gue tuh semacam bikin desain majalah, bikin program radio, dan bikin liputan TV, kurang asyik apa coba? Cuma ya namanya manusia ya, kok susah bersyukur sih, udah dikasih tugas asyik juga. Dikasih tugas ya tetep aja cemberut, muka ditekuk. Belum lagi deadline nya deket banget dan cuma dikasih waktu dua minggu untuk mengerjakan semuanya. Puyeng gara-gara pindah-pindah media aja sih. Kalau waktunya cukup banget :) *gak boleh ingkar dan ngomong waktunya gak cukup dong ya? :p


Karena buktinya, gue sempet baca novel. Hahaha. Makanya bohong banget kalau bilang waktunya gak cukup, cuma memang mesti diem seharian di depan laptop. Konsentrasi dan menyiapkan mood :">


Gue baca novel Infinitely Yours by Orizuka buat selingan dan ngilangin mumet. Pertama beli di toko buku karena covernya sangat menarik. Bohong deh kalau ada yang bilang "don't judge a book by it's cover" because I DO JUDGE ;p


bagus ya? :)
Covernya bagus banget dan sangat menarik, ternyata isinya juga bagus. Orizuka sukses membuat gue terkaget-kaget dengan plot yang sangat mengalir dan gak habis-habis. Kayanya memang plotnya sudah tersusun dengan baik deh. Adegan-adegannya terasa real, gak ngawang-ngawang. Walaupun setting-nya di Korea yang punya serial drama super unyu dan terkadang mirip dongeng :p


Karakter-karakter yang ada di novel ini juga kuat banget. Bikin gue jadi kebayang sama kelakuan tokoh-tokohnya di kepala gue saat membaca, tabiatnya kaya gimana, dll. Novel ini memang ber-setting di Korea, Orizuka juga ternyata seorang penggemar Korea, tapi yang bikin gue salut adalah dia bisa menyelipkan pesan-pesan nasionalisme di sini. Bikin seneng aja, dan gue harap para penggila Korea di luar sana juga bisa menyadari hal ini. Suka Korea boleh dan sah-sah saja, tapi jangan sampai lupa cintai negara sendiri. Negeri kita gak akan maju kalau masyarakatnya terlebih anak mudanya apatis. Justru kitalah yang mesti bikin maju Indonesia ;)


Buat para penggemar Korea, wajib banget beli dan baca buku ini. Soalnya gue aja belajar banyak banget budaya Korea dan kosakata Korea (walaupun lidah ini gak tahu mengucapnya gimana hehehe). Ceritanya juga unyu lho, bikin mesem-mesem gimana gitu :">


Ini novel ketigabelasnya Orizuka, gue baru pertama kali baca novelnya dan gue suka kata-kata yang dia pakai buat menggambarkan suasana hati tokoh-tokohnya dan ceritanya yang real. Salam kenal, Orizuka :">

Review: Travelers' Tale


Benar-benar sesuai dengan judulnya, di buku ini kita diajak untuk ber-travelling melihat dunia. Memang sih ini buku lama, dari sejak gue SMA udah ada buku ini. Cuma baru sempet beli dan baca akhir-akhir ini aja. Di buku ini gue diajak menyelami persahabatan 4 orang yang sebenarnya memendam rasa untuk satu sama lain, Farah, Ucup, Retno, dan Francis. Perjalanan mereka dimulai ketika salah seorang dari mereka, Francis, mengirimkan e-mail undangan pernikahannya dengan seorang gadis spanyol di Barcelona. Farah yang memendam rasa untuk Francis pun bergegas menuju Barcelona. Ucup yang memendam rasa untuk Farah pun rela pergi menyusul Farah ke Barcelona. Sedangkan, Retno yang ditaksir Francis dan sebenarnya punya rasa yang sama namun terhalang oleh satu perbedaan, memutuskan untuk pergi ke Barcelona. 

cover barunya :)

bagusan mana sama cover lamanya?

Perjalanan mereka dari berbagai tempat di penjuru dunia menuju Barcelona. Berbagai petualangan dan perjalanan yang harus mereka hadapi menjadi cerita yang menarik untuk diikuti. Ceritanya benar-benar gak ketebak dan mengalir banget. Personally, gue lebih suka sama karakter ucup di sini. Orangnya kocak dan gak kaku, bikin hidup suasana. Hehe. Buku ini juga menginspirasi gue yang sedang dalam tahap pengerjaan outline tugas karya akhir yang juga bertema wisata. Wajib di baca deh untuk yang suka ber-travelling ria apalagi yang suka backpacking, karena banyak banget tempat-tempat yang gak pernah gue denger namanya muncul di buku ini. Happy Reading! :)

PS: ini ada beberapa gambar kota Barcelona hasil googling, jadi pengen ngikut ke sana ya ;)



Review: Remember When by Winna Efendi



Satu buku lagi yang selesai di liburan kali ini sambil nungguin panggilan magang. Novel berjudul Remember When karya Winna Efendi ini bercerita tentang persahabatan antara dua pasang kekasih. Gia dan Adrian, serta Freya dan Moses. Sebelumnya persahabatan dan hubungan mereka semua baik-baik saja, sampai Freya menyimpan rasa ketertarikan dengan Adrian, begitu pun sebaliknya. Lalu, bagaimana dengan Gia dan Moses? Baca saja bukunya. Hehe. Aku gak mau jadi spoiler di sini :p

Yang jelas menurutku, penggambaran konflik dan karakternya cukup dalam. Lewat sudut pandang multi karakter yang dihadirkan Winna Efendi, aku juga jadi bisa merasakan perasaan semua karakter di sini secara detail dan dalam. Belum lagi kehadiran tokoh dari luar mereka yang berkonflik, yaitu Erik, sahabatnya Freya. Jadi aku bisa melihat juga dari sudut pandang luar dari mereka yang berkonflik.

Setelah aku membaca novel ini aku jadi semakin sadar kalau yang namanya perasaan hati manusia dan cinta adalah hal yang rumit, sulit dimengerti tapi memang begitulah kenyataannya. Terkadang kita gak pernah tahu kenapa kita bisa sayang sama seseorang. Terkadang cinta terjadi begitu saja tanpa pernah kita mengerti. Ya itulah cinta, sang misteri hati ;)

kalau mau tahu lebih lanjut tentang Winna Efendi sang penulis, bisa langsung berkunjung ke blognya..

Heaven on Earth


Setelah melewati padatnya semester 6, akhirnya gue bisa merasakan liburan juga. Liburan kali ini, gue berniat untuk magang di radio. Doakan yaa, baru mau nge-apply nih. Hehe. Di liburan kali ini, selain rencana magang dan les, gue mau ngabisin buku-buku yang belom gue baca. Selama ini, tiap bulan gue rutin belanja buku, karena, well, I love books. I don’t know why J cuma karena gak sempet dibaca selama semester 6 yang sangat luar biasa menyita waktu, energi, dan kewarasan (iya, kewarasan sodara2!), gue gak punya cukup waktu buat membaca semua buku.

Well, akhirnya kemaren gue langsung melahap buku pertama, sebuah novel karya anak bangsa, judulnya Heaven on Earth yang ditulis oleh Kaka HY. Sebenernya, buku ini ada di tangan gue secara random saat gue di toko buku di malam hari. Gue saat itu hanya berniat membeli filosofi kopi karya Dee Lestari yang udah kesohor dan kata temen-temen gue bagus banget bukunya. Sayangnya, malam itu stok buku Dee Lestari sudah habis di Depok. Di mesin pencari, abang-abangnya bilang kalau buku jadul ini masih ada 5 stok di ITC Cibinong (dan sampai sekarang gue belom kesana..hahaha..semoga aja masih ada). Akhirnya, gue tetep keliling-keliling liat buku dan majalah, kan gak ada ruginya liat-liat, siapa tahu ada yang bagus. Karena waktu itu pikiran lagi mumet, gue jadi pengen beli buku baru, apa aja deh kalau filosofi kopi stoknya kosong.

Tiba-tiba, ada suara pengumuman kalau toko bukunya mau tutup dari pengeras suara, ya, wajar sih kan udah jam 9 juga (but sometimes I wish there is 24 hours book store. Hehe. Kalau galau, sedih, dan mumet tempat pelarian gue cuma toko buku sih, paling tokcer dan manjur :p). Gue yang ‘kekeuh’ mau punya buku baru malam itu belingsatan bersama si pacar yang menemani. Nyari novel Indonesia, apa aja deh, akhirnya gue nemuin dua novel yang cover dan penampilannya menarik, nah salah satunya novel heaven on earth ini :)

manis kan covernya? :)

Penampilannya manis banget deh, tekstur covernya juga unik mirip sama cover pillow talk nya Christian Simamora. Novelnya lumayan bagus, tapi gue agak kecewa sih karena udah liat sinopsis di sampul belakangnya, ternyata ekspektasi gue gak sampai. Abis gue udah bayangin bukunya ceritanya akan seperti apa, pas dibaca ternyata jauh dari bayangan gue. Konfliknya sih kuat, cuma karena ada dua karakter dengan masing-masing konflik, kok gue merasa bukunya agak flat dengan konflik yang udah kuat yaa? (sotoy nih, maaf, padahal nulis novel aja belom :p). Tokoh utamanya adalah sepasang sahabat dengan masalah keluarganya, Carla dan Lorent. Carla yang kehilangan ayahnya harus menghadapi kenyataan kalau hidupnya berubah ketika harus mengasuh adiknya sendiri, ibunya sibuk membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan materi keluarga. Lorent dengan keluarganya yang broken home. Yang bikin jadi terkesan flat adalah gak ada pendalaman konflik dan gak ada hal dramatis yang bikin pembaca jadi terenyuh. Ceritanya pun jadi gak klimaks.

Tapi gue tetep mengapresiasi buku ini kok. Well done, Kaka HY :)