Minggu, 27 Januari 2013

Toko Buku Online

Halo semuanya!

Gimana lagi pada baca buku apa aja bulan ini? Gue payah banget nih bulan Januari udah mau lewat baru mau nyelesein 3 buku :(
Iya yang satu setengah lagi udah lanjut buku lain. Hehe. Gue agak-agak gak kuat baca buku emak J.K. Rowling yang terbaru, The Casual Vacancy. It's just too dark for me! Eh, tapi gue masih bertekad kok untuk menyelesaikannya.

Anyway, di post ini gue mau bahas tentang toko buku online. Kenapa? karena banyak banget temen gue yang nanyain dimana sih beli buku online yang aman dan terpercaya? bla bla bla. Gue doyan banget beli buku online karena well.... diskonnya. Hehe. Tapi beneran deh bakalan lebih hemat asal jangan beli 1 atau 2 buku, mending 3 buku ke atas aja sekalian.

Oke, ini beberapa toko buku online langganan gue:

Kutukutubuku.com
Gue paling sering sih beli buku di sini, koleksinya lumayan lengkap dan melayani pembelian buku dari amazon.com juga lho. Jadi kalau ada yang mau beli buku import di amazon.com bisa juga beli lewat kutukutubuku.com. Cakep kan? 
Kadang-kadang gue juga dapet kejutan, yaitu bukunya ditandatanganin langsung sama penulisnya. Cek aja ya langsung ke websitenya, klik di sini!

Bukukita.com
Gue juga pernah nyoba beli di bukukita.com. Lumayan cepet juga responsnya walaupun gue pernah ngalamin udah pesen dan udah ada respons dari CS nya tiba-tiba besoknya baru dikasih tahu bukunya gak ada satu. Yah tapi ini normal sih (kok normal cil? Simak tips gue ya di bawah kenapa ini normal itungannya). Klik di sini untuk menuju websitenya!

Bukabuku.com
lumayan banyak promo juga di sini. CSnya aktif banget pula di twitter, tweet aja ke @bukabukucs pasti tweetnya langsung di-reply :)

Bookdepository.com
Nah kalau yang satu ini gue memang belum pernah pesen langsung. Tapi banyak orang yang udah coba dan ternyata memuaskan. Gue belum punya kartu kredit sih jadi belum bisa beli di sini. Buat yang mau beli buku-buku import, toko buku online satu ini recommended banget, lengkap dan bikin ngiler deh buku-bukunya. Sebelum buka websitenya siapkan iman deh. Apalagi ditambah ongkir ke Indonesia nya itu gretong alias gratis. IYA GRATIS ONGKIR! Bayangin deh! Eh, udah gak usah kelamaan dibayangin, kalau udah ada CC langsung sikat aja ke websitenya!


TIPS!
(sebelum membeli buku online TIPS INI WAJIB DIBACA!!)


  1. Kalau beli buku online mesti sabar. IYA SABAR AJA, kalau mau cepet mendingan ke toko buku yang biasanya aja deh beneran. Soalnya sistemnya mereka bukan ready stok. Ketika kita pesan, buku biasanya harus dipesan dulu ke gudang penerbit. Apalagi kalau hitungannya itu buku udah lama. Kalau masih baru ya lumayanlah, nah kalau pre order ya tunggu sampe terbit dan kemudian dikirimin deh sama mereka (biasanya diskon lebih gede dan ada bonus merchandisenya lho). Proses pemesanan ke gudang penerbit ini biasanya memakan waktu 3-5 hari. Yah seminggu deh, sabar aja ya :)
  2. Ada kemungkinan buku yang kita pesan udah gak ada stocknya, siapkan diri. Nah, dalam proses pemesanan ke gudang penerbit memang ada kemungkinan buku kita gak ada atau udah gak tersedia. Belum cetak ulang atau alasan lainnya. Makanya kalau memang udah ngebet banget sih mending ke toko buku biasa aja. Dan hal ini biasa terjadi kok, it's normal. Cuma memang kadang-kadang malesin karena biasanya kita udah disuruh transfer eh ternyata gak ada bukunya :( Tapi tenang aja kok karena uang kita akan dikembalikan.
  3. Cek alamat rumah atau kantor yang menjadi tujuan si buku. Gak mau kan nyesel di belakang? Terus pastikan juga menulis no hp yang aktif ya, karena biasanya si jasa pengiriman akan bertanya kok kalau mereka gak menemukan alamat kita.
  4. Simpan bukti pembayaran. Nah, ini buat jaga-jaga aja sih, bukti kalau kita sudah mengirimkan pembayaran buku terus jangan lupa juga konfirmasi kalau emang disuruh konfirmasi ya, biar bukunya bisa diurusin cepet juga.
Nah, segitu dulu deh ngomongin toko buku online-nya. Ada yang mau nambahin gak tipsnya? atau punya toko buku online andalan lainnya? Silakan share yuk di sini biar yang pengen beli buku online gak kebingungan lagi ;)


UPDATE:
Kemarin ada yang email gue dan menanyakan tentang Kutukutubuku.com tapi karena gue juga sudah lama gak order di situ jadi gue gak tahu apakah masih bagus atau gak. So, silakan mencari tahu lebih lanjut ya sebelum membeli sesuatu secara online. Be a smart shopper! :)







Jumat, 11 Januari 2013

Update!

Hello!

Lama ya gue gak bikin review buku atau ngepost apapun ke blog ini. Mohon maaf ya, ini karena kesibukan gue sebagai first jobber. Gue belum bisa bagi waktu karena dunia gue seakan terbolak-balik *lebay :p

Iya intinya gue akan segera meng-update beberapa review buku yang sudah gue baca akhir tahun kemarin. Tahun 2013 ini gue lagi baca The Casual Vacancy, cuma belum beres saking gue ngerasa buku ini terlalu gelap :( gak cocok gitu sama gue yang cerah ceria. Hehe. Iya jadinya ditunda dulu nyelesein bukunya, padahal tinggal seratus halaman. Hiks.
Sekarang gue lagi beralih ke buku Draf 1 nya Winna Efendi. Seperti berjuta-juta umat di dunia ini, gue pun punya mimpi untuk menulis fiksi gue sendiri. Amin semoga novel gue kelar dalam tahun ini ya :) *baru mulai nulis premis doang sih uhuks :p

Terus dalam waktu dekat ini gue akan nge-post beberapa buku bekas gue yang akan gue jual. Lha, kenapa dijual? Karena rak buku gue uda gak muat menampung semua buku gue. Iya alasannya cetek banget ya, tapi gue juga mikir kalau gue pertahanin dan gue simpen, buku-buku tersebut gak akan berguna dan bermanfaat dong. Mending gue jual bukunya kepada orang-orang yang memang suka sama buku itu dan berniat mengoleksinya. Kan lumayan, situ seneng saya seneng juga. Uangnya bisa buat beli buku lagi deh hehe :p

Iya intinya sih begitulah, ditunggu aja ya :)

Cheers!

Kamis, 23 Agustus 2012

Review: Dimsum Terakhir by Clara Ng

Saya selalu terkesan dengan karya Clara Ng. Bagi saya, Mbak Clara menulis dengan hati dan tema novelnya yang selalu membuat saya speechless. Dari satu novel ke novel lainnya, temanya bisa sangat jauh berbeda. Tetapi tetap ada yang ingin Mbak Clara sampaikan dalam novel itu. Dimsum Terakhir adalah novel kedua Mbak Clara yang saya baca (selanjutnya saya ingin membaca the (un)reality show! :)), novel pertama Mbak Clara yang saya baca adalah Tea For Two. Sayangnya saya belum sempat membuat review-nya. Saya memang merasa terlambat membaca karya-karyanya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? ;)


cover lama dan cover baru Dimsum Terakhir

Saya membaca Dimsum Terakhir ketika novel ini sudah diterbitkan dengan covernya yang baru. Novel ini bercerita tentang empat gadis kembar--Siska, Indah, Rosi, dan Novera--yang kembali bersatu ketika ayahnya jatuh sakit. Keempat gadis kembar ini ternyata memiliki problema hidup masing-masing yang cukup rumit. Siska dengan bisnisnya di Singapura dan tuntutannya sebagai pimpinan bisnis, belum lagi ketika ia mendapatkan tuntutan dari rekan bisnisnya. Indah dengan pekerjaannya sebagai jurnalis dan cintanya kepada seorang pastor. Rosi yang merasa dia bukanlah seorang perempuan dan hubungannya dengan seorang perempuan. Serta, Novera yang terobsesi menjadi biarawati setelah bagian terpenting dalam tubuhnya sebagai perempuan diangkat. Kesemua permasalahan ini juga dibalut dengan isu etnis tionghoa yang kental. Perlakuan-perlakuan tak enak yang mereka dapatkan karena perbedaan mereka dengan yang lainnya di sekolah. Penjarahan yang mereka alami di tahun 1998. Semuanya terangkum dengan apik dalam Dimsum Terakhir. 

"Dalam kegelapan, kita akan selalu percaya pada orang yang menyelamatkan kita. Jangan terlalu percaya pada apa yang kita lihat, Sayang. Percayalah pada apa yang kamu rasakan." 
"The truth is what you choose to believe." 
 "Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya tahan dan kekuatan luar biasa. Tapi kesepian adalah virus yang sungguh mematikan."
"Cinta itu segalanya. Selama ada cinta, kita tidak perlu takut pada kematian. Kematian tidak akan dapat menghancurkan cinta. Semua cinta yang ada tetap eksis. Kita hidup selamanya dalam jiwa setiap orang yang pernah kita sentuh dengan cinta."

Rate: 4 of 5

I'm officially fans of Mbak Clara Ng now!! :) 

Review: The Journeys 2

Setelah kemunculan The Journeys 1 yang berkisah tentang petualangan penulis mengunjungi berbagai tempat wisata yang kebanyakan berada di luar negeri, akhirnya The Journeys 2 yang khusus mengisahkan berbagai petualangan di dalam negeri muncul. Saya langsung tertarik beli buku ini karena merasa terhibur dengan kisah-kisah yang dituturkan dalam The Journeys 1. Saya berharap hal yang sama juga untuk buku The Journeys 2 ini, yaitu dapat menghibur hati saya yang sudah fix gak bisa pergi berlibur tahun ini karena baru bekerja. Dan ternyata saya tidak hanya sekadar terhibur, tetapi juga mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang Indonesia di buku ini.

cover The Journeys 2


Saya belajar banyak hal ketika membaca The Journeys 2, saya juga terkejut. Saya kira isinya hanya berupa pengalaman-pengalaman para penulis menjelajahi tempat-tempat wisata di Indonesia. Saya belajar banyak kisah tentang corak batik dari tulisan Ve Handojo. Saya baru tahu kalau setiap garis dan motif batik memiliki makna yang amat dalam. Saya juga merinding ketika membaca kisah yang ditulis Farid Gaban tentang Digul, penjara tak bertepi di pedalaman Papua. Farid Gaban berhasil membuat saya tercengang, saya belum pernah mendengar tentang Digul sebelumnya. Saya sama sekali tidak tahu apa yang pernah terjadi di sana. Farid Gaban memberikan saya pengetahuan yang luar biasa tentang Digul dan cerita masa lalu di sana. Selain dua cerita di atas, ada banyak kisah menarik tentang Pulau Sempu, Lombok, Bali, Salatiga, Maluku, dan Raja Ampat. Pssst, kamu pasti bakalan ketawa-ketawa ngakak deh baca cerita Richard Miles di Salatiga :p

Rate: 3,5 of 5 untuk cerita-cerita travelling-nya yang segar.

Keep reading people! ;)

Minggu, 22 Juli 2012

Quote: Partikel by Dee Lestari


Buku Partikel saya penuh post it untuk menandakan di halaman berapa ada kalimat yang saya sukai dan bisa dijadikan quote. Well, saya akan membagikannya untuk kamu ;)

"Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu." - Firas (Partikel by Dee Lestari)

"Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan?" - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Kesusahan, kegembiraan, ketika keduanya lewat tanpa permisi, maka sensasinya sama. Seperti menelan bakso tanpa mengunyah. Membuat kita mencerna bulatan itu susah payah." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Saya percaya rumah itu ditemukan di dalam. Kalau di dalam damai, semua tempat bisa jadi rumah kita." - Ibu Inga (Partikel by Dee Lestari)

"Kalimat itu seperti menembuskan pisau ke dalam luka yang tak pernah sembuh. Luka yang amat kuhafal." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Akhirnya kumengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya, manusia dirancang untuk terluka." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Tak ada yang lebih menyakitkan dari kepedihan yang tak bisa ditangiskan." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Pengkhianatan ada dalam batin setiap manusia, hanya menunggu momen tepat untuk menyeruak, dirayakan, dan diamini sebagai titik lemah dari kemanusiaan." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Aku tak sanggup lagi berjudi dengan hidup. Kepingku habis. Daduku beku." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

"Selama manusia masih menjadi penguasa, planet ini akan disedot hingga tetes air terakhir, hingga molekul oksigen habis tak bersisa di udara. Kami adalah virus. Virus akan membunuh hingga inangnya mati dan ia ikut binasa." - Zarah (Partikel by Dee Lestari)

Ada gak quote lain dari Partikel yang jadi favoritmu? :)

Jumat, 06 Juli 2012

Memori by Windry Ramadhina

Memori yang ditulis Windry Ramadhina merupakan salah satu buku yang berhasil saya boyong saat Jakarta Book Fair 2012 berlangsung. Apa yang membuat saya membeli novel ini? Saya penasaran saja karena banyak orang yang bilang novel ini bagus di twitter. Jadi saya pun mengambil novel ini dan memilih untuk membacanya ketika senggang. Perlu dicatat saya masih punya banyak buku yang belum saya baca dan masih bersegel, jumlahnya mencapai 50 buku. Ini memang karena kebiasaan saya membeli buku dulu kemudian menumpuknya, ketika senggang barulah saya baca, bahkan rak buku pun sudah gak cukup untuk menampung koleksi buku baru ini. Jadi kalau ada yang berniat mengirimkan rak buku, saya akan berterima kasih sekali :p

image: from my instagram @chacil :)

Memori bertema keluarga dengan bumbu cinta yang memang sulit sekali untuk dihilangkan dalam novel Indonesia. Di Memori, Windry Ramadhina mengajak pembacanya menyelami kehidupan Mahoni, seorang arsitek, yang memilih tinggal di Virginia daripada tinggal bersama ibunya atau papanya di Jakarta. Dari awal, konflik Mahoni dan orang tuanya sudah sangat jelas terlihat dari caranya menghindar dari papanya yang berusaha menghubunginya. Namun, karena ada musibah yang menimpa papanya dan Grace (bisa disebut ibu tiri Mahoni), Mahoni terpaksa pulang ke Jakarta dan kemudian terjebak di Jakarta karena harus menjaga adik tirinya, Sigi. Saat itu pulalah Mahoni bertemu teman lamanya ketika kuliah, Simon, dan kemudian bekerja bersamanya.

Pada awalnya, saya tidak bisa menikmati tulisan Windry Ramadhina karena banyaknya detail tentang arsitektur dan deskripsi yang harus saya cerna. Dalam beberapa bagian awal saya pun merasa selalu tertinggal, sehingga misalnya ketika saya baca paragraf dua saya belum bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi dan kembali ke paragraf pertama. Tetapi lama-kelamaan saya tidak harus struggle lagi ketika membaca Memori, saya mulai larut dalam kisahnya. Saya sangat menyukai ide Windry Ramadhina yang mengangkat konflik keluarga dalam Memori. Ceritanya pun dibuat dengan sangat apik, karakter-karakter dalam novelnya berkembang dengan wajar. Pantaslah kalau novel ini banyak direkomendasikan orang-orang di twitter. Apakah kamu harus membacanya? Bagi yang menggemari novel, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca dan dinikmati :) 

Rate: 3,5 of 5 stars

Minggu, 17 Juni 2012

Review: TraveLove

TraveLove merupakan buku non-fiksi yang ditulis keroyokan oleh para travel writer. TraveLove berisi cerita para traveler dan cintanya, sesuai dengan nama bukunya yang merupakan gabungan kata travel dan love. Beberapa nama yang telah akrab terdengar di telinga saya seperti Trinity dan Claudia Kaunang ikut menulis di buku ini. Selain mereka berdua, ada pula Andrei Budiman, Ariyanto, Lalu Abdul Fatah, Rei Nina, Rini Raharjanti, Salman Faridi, dan Sari Musdar.


Sinopsis: (berdasarkan sinopsis yang ada di bagian belakang buku)
Ternyata, traveler tangguh pun tunduk pada cinta. Trinity misalnya, terpaksa menemani orang yang dicintainya ke Bromo, padahal malas setengah mati. Claudia Kaunang, Andrei Budiman, Rini Raharjanti, Sari Musdar, dkk. pun pernah tunduk pada cinta, dengan kisah berbeda-beda.

TraveLove adalah kisah-kisah traveling berbalut cinta, ditulis oleh para traveler dengan segala kejujurannya. Buku ini akan membuat pembaca bisa menemukan sisi lain para traveler. Jadi, jangan kaget kalau ternyata mereka punya sisi melankolis.


Tak hanya disuguhi kisah sedih, romantis, dan mengharukan, pembaca juga akan diajak jalan-jalan keliling dunia lewat buku ini. Menikmati indahnya Lombok, Laos, Jepang, hingga Eropa dengan bumbu kisah cinta tak biasa.



Review:
Sesuai dengan tulisan di belakang buku TraveLove, saya diajak untuk melihat sisi lain dari seorang traveler yang selama ini kita kenal dari bukunya atau akun twitternya. Cinta memang bisa menggerakan semuanya dan memberikan kekuatan penggerak tambahan, entah itu untuk para traveler yang berpergian karena ingin melupakan seseorang, karena ingin menemani orang tercinta berlibur (meskipun gak suka dengan tujuan berliburnya), atau yang menemukan cintanya ketika berpergian. Kisah-kisah ini dapat kita temukan dalam buku TraveLove.


Buku TraveLove ini memang berfokus pada kisah cinta yang mengiringi suatu perjalanan, jadi jangan harap ada cerita tentang tempat-tempat yang mereka datangi saat traveling dengan detail.


Saya pun begitu menikmati kisah-kisah cinta dalam buku ini. Setiap traveler memiliki kisahnya dan gaya penuturannya masing-masing, kesemuanya menarik untuk diikuti. Kisah favorit saya adalah Perjalanan ke Surga yang ditulis oleh Trinity. Trinity berhasil membuat saya larut dalam kisahnya, saya sampai menitikkan air mata ketika membacanya.


Keunggulan TraveLove menurut saya ada pada diksi atau pilihan kata yang digunakan oleh penulis. Saya banyak menemukan kata baru yang ekspresif dalam TraveLove, saya pun makin terbawa oleh suasana yang digambarkan penulis dan asyik mengikuti kisah-kisah dalam buku. Selain itu, saya jadi menyadari ternyata walaupun kisah yang diceritakan adalah kisah non-fiksi atau kisah nyata yang benar-benar terjadi tetapi alur cerita tetap memegang peranan penting. Misalnya saja ada beberapa kisah yang alurnya kurang enak untuk disimak, gak mengantarkan pembaca untuk mencapai klimaks dalam cerita. Dan ada juga kisah yang alurnya sangat asyik untuk diikuti dan dapat mengantarkan pembaca untuk mencapai klimaks cerita.


Overall, buku TraveLove ini sangat menarik untuk dibaca. Saya kasih rate 3 of 5 stars deh :p